Berhenti Berlari

Gusman bilang, gw suka lari dari kenyataan. Yup. Benar. Gw mengakuinya. Saat kenyataan terlalu berat untuk dihadapi, terlalu memusingkan untuk dipikirkan, terlalu menyedihkan untuk dipendam, gw suka memutuskan untuk berlari. Dan itu perbuatan yang egois ternyata.

Maafkan aku yang terlalu sering berlari dan meninggalkan dirimu memikirkannya sendiri. Tapi kali ini, aku telah berhenti berlari dan belajar menghadapinya.

🙂

4 thoughts on “Berhenti Berlari

  1. lari trus ndut…demi badan kurus…*lohh lain konteksnya jeng :P*hehehehesmangat teman sperjuanganku :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s