Pernikahan Dan Printilannya

As you may already know, nikah itu bukan cuman hepi-hepinya doang.. Menikah itu jadi satunya dua orang manusia yang berbeda baik itu latar belakang, kebiasaan, cara pandang, cara berpikir, dan segudang perbedaan lainnya. Dalam pernikahan itu sendiri, bisa dijamin akan muncul masalah dari berbagai macam perbedaan tersebut.

Source: Google

Dalam salah satu bukunya, The Heart Inside The Heart, Alexandra Dewi mengatakan:

Cinta memang dasar utama untuk membangun rumah tangga yang bahagia, namun realitas kehidupan akan memberi banyak tantangan dan ujian untuk mempertahankan pernikahan. Pada akhirnya pernikahan itu merupakan suatu kompromi dan toleransi antara suami istri untuk menjaga komitmen berdua, yang di dalamnya terkandung apresiasi dan kasih sayang terhadap satu sama lain. Dan, pernikahan bukan sesuatu yang instan, tetapi suatu proses yang perlu diupayakan setiap hari.

Singkatnya menikah itu adalah kerja keras yang semuanya dimulai dari diri sendiri. Kita nggak bisa dong, menuntut ini itu ke pasangan tapi nggak mau merubah diri kita sendiri. It takes two to tango. ^^

Berdasarkan pengalaman pribadi, kerja keras tersebut nggak cuman dimulai saat menikah aja. Pada saat awal berkomitmen dengan pasangan, disitulah kerja keras dimulai. Butuh kesabaran, keihklasan, pengertian dan tekad untuk mempertahankannya. Cinta dan setia aja ternyata nggak cukup sodara-sodara,

Stay cool kalo pasangan lagi emosi. Jangan langsung ngerap kalo reaksi pasangan tidak seperti yang diharapkan (aku kan nggak ngomel, da…cuman diem aja… hehehe). Sabar kalo pasangan lagi rewel. Ikhlas kalo pasangan punya kebiasaan aneh (untungnya kita sama2 aneh ya, da). Sampaikan segala ganjalan di hati ke pasangan dengan bahasa yang enak didengar. Bahas semua masalah sampai tuntas. Hargai segala sesuatu yang dilakukan pasangan untuk kita dengan mengucapkan terima kasih. Yang terakhir ini nih biasanya mulai luntur seiring dengan lamanya usia pacaran. Walau simpel tapi ini penting dilakukan untuk menunjukkan bahwa kita menghargai apa yang terlah pasangan kita lakukan untuk kita.

Saat sudah memutuskan untuk menikahi pasangan, disitulah..semua hal yang udah aku sebutkan itu diuji. Menyiapkan pernikahan itu ribet. Mulai dari ngurus dokumen, nyari kain untuk acara, ngitung cuti, nyari tiket, dsb. Lebih ribet lagi kalo si pasangan berasal dari pulau dan beradat istiadat yang beda. Walah… Kalo bahasa padangnya nih, “Onde mandeeeee…”. Hahahah..

Bener-bener deh, harus sabar… Kemuan aku belom tentu sama seperti apa yang diinginkan orang tua. Kemauan aku belom tentu sama seperti apa yang diharapkan pasangan. Dan sebagainya…. Tapi, ini kan moment sekali seumur hidup (hopefully, amin..). Jadi dibawa santai dan happy aja supaya bisa senyum-senyum ke depannya mengingat semua persiapannya yang super ribet ini. Hihihihihi…

Huumm.. Selanjutnya nyiapin apa lagi yah… *cengar-cengir-senyam-senyum*

6 thoughts on “Pernikahan Dan Printilannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s