Usia Menentukan Keberanian

Benarkah usia menentukan keberanian?

Jawab saya: BENAR!

Darimana saya tau teori itu benar? Sudah pernah diuji?

Jawab saya: Sudah diuji dan teori tersebut BENAR!

Bagaimana saya menguji teori tersebut?

Jawab saya: Pergi ke Dufan. *nangis*

Bagaimana cerita lengkapnya?

Jawab saya: Saya, suami dan adik-adik suami pergi ke Dufan hari Sabtu tanggal 12 Juni 2010 yang lalu. Masuk Dufan kami langsung naik Tornado *nangis lagi*. Dan saya ketakutan setengah mati.

Di atas wahana tersebut saya menggantungkan nyawa pada penahan badan dan tali yang kayak seat belt di pesawat itu. Di atas wahana itu saya menyesal kenapa nggak solat Dhuzur dulu. “Kalo jatoh dan mati duluan sebelom solat gimana?!”, kalimat tersebut berputar-putar di kepala saya *nangis tersedu-sedu*. Di atas wahana tersebut saya menangis nyaris tersedu-sedu diiringi tawa terbahak-bahak adik ipar saya. Dan di atas wahana tersebut saya berjanji tidak akan mengulangi hal bodoh itu lagi (naik Tornado).

Jungkir balik >.<

Ada efek samping yang di alami?

Jawab saya: Ada. Pusing dan semakin takut pada ketinggian. Saya juga jadi nggak berani naik Kora-Kora, Histeria, Kicir-Kicir *amit2 ih* dan Ontang Anting. Semoga saya masih berani naik Bianglala *amin*.

Kesimpulan yang saya dapatkan?

Jawab saya: Usia menentukan keberanian. Waktu saya masih muda dulu, saya berani berdiri di Kora-Kora tempat duduk paling belakang pas posisi paling tinggi sambil mengangkat kedua tinggi-tinggi. Saya juga menikmati Ontang-Anting berapa kalipun saya naik wahana tersebut.

Sedangkan sekarang saya sudah tua, keberanian saya sudah hilang lenyap bersama entah kentutnya siapa.*nangis lagi*

Jadi memang benar, usia menentukan keberanian.

Pic source: here.

2 thoughts on “Usia Menentukan Keberanian

  1. sama….
    dulu gelantungan di pohon, turun dari jembatan pake tali, baik-baik aja.

    tapi habis naek kora-kora ma halilintar, ga mau ngulangin lagi. apalagi sebelum naek halilintar diceritain final destination 3. @_@

    klo bianglala masih mending kok, soalnya pelan-pelan, awal2nya doang yang serem, lama-lama ga nakutin.đŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s