Di Nikahan

Hari Minggu yang lalu aku dateng ke nikahan sepupuku di Jakarta Selatan. Semua orang keliatan seneeeng banget *ya iyalah namanya juga nikahan*. Dan jadi inget deh suka dukanya kawinan..

Dalam pernikahan, biasanya ada juga yang bete. Siapa? Biasanya sih anggota keluarga salah satu mempelai, cewe, single dan usianya ≥ 25 tahun. Kok aku tau? Pengalaman boss.. Paling senep dateng ke nikahan sodara trus denger pertanyaan, “Trus giliran lo kapan?” or “Berarti habis ini lo ya?” or “Kapan nyusul?” dan seterusnya. Pernah aku digituin sampe ngambek ke si mempelai yang nanyain gt. Untungnya sih sama sepupu sendiri. Lah udah dibilangin nggak usah rese-rese nanya, eh tetep aja nanya. How dare her! Gitu deh rasanya.. Hahahahhaha. Kasian deh sepupuku aku omelin di hari penikahannya…

Selain itu aku inget juga sama senengnya pas berdiri di atas panggung dan jadi si mempelai wanita. Bener deh, “Hey! I’m the queen. Congrats me!”. Trus rasa lega semua persiapan kelar dan nggak perlu pusing-pusing ngurusin kebaya maupun undangan. Ngeliat Gusman tersiksa di sebelah kananku dalam beskapnya. Trus excited nunggu-nunggu malam tiba. Hihihihihhi.. Dan yang paling aku inget adalah kelaperan dan kehausan di atas panggung. Tragis ya. Aku pengantennya, ratunya, trus ngasih makan 400 orang, tapi aku sendiri nggak bisa makan dan kelaperan di atas panggung. What a *wonderfull* day.. ^^

Yah, postingan kali ini cuman itu aja kok. Nggak penting banget ya? Ya daripada nggak ada update. Hihihiihi.

Balik kerja dulu ah. Cemangka!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s