Resep: Kalio Daging Ver1.0

Masih sekitar Idul Adha. Uda minta dibikinin rendang *waks*. Aku yang cupu ini (tapi cantik :p) nggak pede bikin rendang. And mengingat gasnya bakal super boros, jadilah kata Uda, ” Ya udah, dibikin kalio aja.”. Untuk yang belum tau, kalio dan rendang bumbunnya sama persis. Dan kalio itu sebelom dagingnya jadi rendang (rendang ½ jadi).

Pas bikin Kalio Daging kemaren, kata adik ipar dan suamiku sih kuahnya terlalu kental. Itu dah hampir jadi rendang ^^”. Tapi walau begitu, rasanya enak loh. Adek ipar pas sampe di kosan (aku bungkusin) kirim message ke Uda bilang kalo kalionya enak banget *oooohhhh…*. Kalo yang dari Padang dah bilang enak, berarti Approved lah ya. Big success for my first attempt ^^v.

Proses masaknya sendiri ternyata butuh waktu lebih lama dari yang aku bayangkan. Totalnya butuh waktu 4 jam untuk masak dagingnya dilautan santan sambil diaduk-aduk. Beughhh… -_-” Untung ada adek perempuanku Jadi bisa gantian ngaduknya. Sempet beberapa kali santennya hampir pecah. Tapi berhasil diselamatkan. Udah gitu sempet juga ngerasa kurang asin. Tambahin garem. Eh pas kuahnya mulai menyusut, kok keasinan. Wkwkwk. Setelah beberapa aksi penyelamatan yang tak juga berhasil, browsing di internet deh. Dan nemu cara untuk mengatasi masakan yang keasinan. Salah satunya adalah dengan menggunakan kentang. Alhamdulillah di kulkas ada kentang. Langsung kupas kentang, potong-potong, cemplungin ke wajan. Setelah beberapa saat, beneran, rasa asinnya berkurang. Dan ternyata kalio itu enak juga pake kentang.

Resepnya sendiri tadinya mau ngikutin yang dari blognya Chef Hendry Muchlis. Udah teruji soale, resep gulai pucuk ubinya enak banget. Kata Uda sih gaya masakannya RM Sederhana. Tapi pas dibaca-baca, resep kalionya pake kapulaga, pekak dll. Beruhubung tu rempah-rempah di rumah dah berabad-abad dan kayak udah apek, batal deh. Jadinya modif dikit. Takarannya aku sesuaiin sama yang ada di resep blog MenuSumbar.

Kalio Daging

Kalio Daging

Bahan:

  • 1 kg daging sapi, potong kotak
  • 2 liter santan dari 2 butir kelapa
  • 5 lembar daun jeruk
  • 1 batang sereh besar, keprek
  • 1 lembar daun kunyit, ikat
  • 3 lembar daun salam
  • 2 buah asam kandis
  • 3 cm kayu manis
  • Garam secukupnya

Bumbu Dihaluskan:

  • Segenggam cabe merah keriting, atau sesuai selera
  • 3 cm kunyit
  • ½ buah pala
  • 10 butir bawang merah
  • 6 butir bawang putih
  • 2 sdt ketumbar
  • 1 sdt merica
  • 4 cm jahe
  • 3 cm lengkuas
  • 3 butir kemiri

Cara Memasak:

  1. Tumis bumbu yang dihaluskan sampai harum.
  2. Masukkan daging dan bumbu lainnya. Tumis sampai daging berubah warna.
  3. Tuang santan. Timba-timba sampai mendidih*.
  4. Setelah daging empuk dan kuah mengental, angkat dan sajikan.

*Santan tidak boleh sampai pecah. Dalam dunia persantanan, berdasarkan pengalaman eike, yang paling manjur adalah dengan cara ditimba-timba. Diaduk-aduk doang sering banget pecah.

Kalio Daging Di Wajan

Kalo ngeliat step masak di atas dikit banget ya? Padahal, kemaren aku masak sampe 4 jam. Wkwkwkkw.

Anyway, silahkan dicoba. Dijamin, keringet dan pegel-pegel hasil memasaknya terbayar deh. Selamat mencoba ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s