Resep: Kalio Daging Ver2.0

Kenapa versi 2.0? Karena resepnya beda dengan yang aku posting sebelumnya (click here for Kalio Daging Ver1.0). Kenapa kok pake resep yang beda? Karena aku lupa kalo resep yang dulu itu diupload di blog ini. Bwahahahha…

Eniwei, diriku lagi ada stok daging. Dagingnya kayaknya sih daging paha karena nggak berlemak. Kayaknya kalo dipake buat sop kok rasanya bakal kurang oke. Melihat penampakannya cocok dimasak rendang, kalio ataupun dendeng. Pilihan jatuh ke kalio, karena kalo rendang, diriku merasa tak sanggup mengaduk-aduk santan seharian ^^”.

Setelah berburu resep di malam sebelumnya, diriku memutuskan untuk mengadaptasi resep Kalio Daging Sapinya mbak Endang, pemilik blog Just Try And Taste (makasih ya mbak Endang :thumbsup).

Oh ya, sekedar info. Kalio itu menggunakan bahan dan bumbu yang sama persis seperti rendang. Bedanya cuman rendang itu dimasak santannya kering, kalo kalio dimasak sampe santan berminyak dan daging empuk saja. Resep kalio sendiri beda-beda. Resep kalio milik mbak Endang ini, menurut aku, termasuk kalio yang strong and bold karena menggunakan cukup banyak rempah-rempah. Beda dengan resep kalio versi 1.0 yang pernah aku masak sebelumnya, yang menurut aku rasanya lebih mild. If you want milder flavors, you can use Kalio Daging Ver 1.0. Or, you can simply leave some spices in this recipe. But if you prefer bold flavors, use all the spices. You’ll love it. Enak.

Kalio Daging

Sumber: Mbak Endang, owner Just Try And Taste

Kalio Daging

Bahan:

  • 1 kg daging sapi bagian gandik atau tanjung (daging yang biasa dipakai untuk membuat rendang)
  • 500 ml santan kental dari 2 butir kelapa (more or less)
  • 2.5 l santan encer dari 2 butir kelapa (more or less)
  • 10 lembar daun jeruk purut
  • 5 lembar daun salam
  • 2 lembar daun kunyit, diikat
  • 2 ruas jari lengkuas, dikeprek
  • 2 batang kayu manis (@2 ruas jari)
  • 3 buah kapulaga
  • 3 buah pekak
  • 5 buah cengkeh
  • 2 batang sereh, dikeprek
  • Garam secukupnya
  • Minyak goreng secukupnya untuk menumis

Bumbu Halus:

  • 6 buah cabe merah keriting (or more)
  • 8 siung bawang merah
  • 8 siung bawang putih
  • 2 sdm ketumbar, disangrai
  • 6 butir kemiri, disangrai
  • 2 ruas jari jahe
  • 2 ruas kunyit (optional)
  • ½ sdt jintan

Cara Memasak:

  1. Potong daging sapi dalam kotak-kotak besar dan sisihkan. Ukurannya dikira-kira saja, seperti ukuran daging rendang di rumah makan padang. Perlu diingat bahwa nantinya daging akan menyusut.
  2. Tumis bumbu halus dengan minyak goreng. Jika sudah wangi, masukkan daun salam, daun jeruk, daun kunyit, kapulaga, pekak, cengkeh, kayu manis, lengkuas dan sereh. Aduk-aduk sampai daun dan rempah yang dimasukkan wangi.
  3. Masukkkan daging sapi. Aduk-aduk agar bumbu tercampur rata sampai daging berubah warna dan terlihat menyusut.
  4. Masukkan santan encer, timba-timba santan dengan api kecil sampai mendidih. Masukkan garam. Masak sampai santan menyusut dan daging mulai empuk.
  5. Jika daging sudah mulai empuk, masukkan santan kental. Timba-timba santan sampai santan mendidih. Terus masak sampai daging empuk dan santan mengeluarkan minyaknya.
  6. Jika daging empuk dan kuah terlihat cukup berminyak, matikan api. Dan kalio siap dihidangkan.

Pada foto di atas, aku pake kentang. Tidak aku tulis dalam resep karena niat awalku, kalionya nggak menggunakan kentang. Akhirnya aku pake kentang karena pas diicip, kuah kalionya keasinan wkwkkwkw.. Jadilah aku masukkan kentang untuk mengurangi rasa asin dan juga aku taburin gula sedikit. Dalam resep asli mbak Endang sih kalionya memang pake kentang ^^. Selain kentang, menurutku ada beberapa bahan yang bisa dimasukkan ke kalio. Salah satunya adalah jengkol. Biasanya ibu mertuaku masukin jengkol di kalionya. Aku nggak pake karena aku lupa😄 (iya, jengkol itu enak jendral!).

Ada beberapa cara masak daging dan santan untuk kalio dan rendang, yaitu:

  1. Seusai dengan resep asli, daging dimasak pake air biasa, setelah daging setengah matang, baru ditambahkan santan kental. Aku belum pernah masak pake cara ini, jadi kurang tau hasil akhirnya gimana.
  2. Bisa juga dengan memasukkan santan kental dan encer bersamaan. Cara ini rada tricky, santan lebih gampang pecah. Suhu kompor harus pas dan juga santan harus sering banget diaduknya. Capek berdirinya😄.
  3. Seperti yang aku pake dalam resep ini, masak daging dengan santan encer terlebih dahulu, baru masukkan santan kental kemudian. Menurut aku cara ini lebih mudah dijaga santannya.

Untuk kalio, perlu diperhatikan agar santannya jangan sampai terlalu kental. Enak yang berkuah agak encer gitu. Lagian kalo masaknya banyak, mungkin kalionya akan sering dipanasin kan. Nah itu nanti lama-lama santannya akan semakin berminyak, menyusut dan mengental. Jadi pas masak, nggak usah terlalu kental kuahnya. Itulah sebabnya aku pake sampe 3 liter santannya. Takut keburu nyusut sebelum dagingnya empuk (maklum, pemula hihihiihi). Oh ya, semakin tua kelapa yang dipake, akan semakin banyak pula minyaknya. Dan jangan kaget dengan banyaknya kelapa yang dipake. 2 kelapa tu dah jumlah minimal. Ibu mertuaku menyarankan pake 3-4 butir kelapa karena sepertinya di Padang biasa sebanyak itu ^^”.

Sambal yang paling cocok dengan kalio daging ini adalah sambal balado. Jangan sambal terasi ya, apalagi sambal kecap (garing ah, tapi ketawa dulu heheheh).

Ya sudah, selamat mencoba~.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s